Penyakit Disentri

Penyakit disentri disebabkan oleh sejenis basil yang membuat penderita terus-menerus buang air besar yang terkadang bercampur darah. Sifat basil disentri bisa menular. Ada dua jenis disentri, yaitu disentri basil yang disebabkan oleh basil sehingga kruse dan disentri amubawi yang disebabkan oleh protoza disentri.

Gejala yang dialami oleh penderita Penyakit Disentri sebagai berikut :

1. Perut terasa mual
2. Buang air besa berulang-ulang, bisa lebih dari dua puluh kali sehari
3. Warna kotoran hijau dan bercampur darah
4. Suhu badan meninggi
5. Biasanya disertai dengan kajang di bagian perut
6. Kondisi badan lemah akibat dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
7. Penderita selalu merasa haus

Penyakit Disentri

Penyakit Disentri

Bakteri shigella yang merupakan bakteri yang hidup dalam usus manusia  penyebab disentri

Penyakit Disentri adalah penyakit saluran cerna dengan feses diketahui mengandung darah dengan atau tanpa lendir. Darah biasanya dari dinding saluran cerna yang luka dan sering dari dinding usus besar. Penyebab disentri ini diakibatkan oleh adanya bakteri shigella yang menyebar ke makanan dan minuman yang tercemar.

Bakteri Penyakit Disentri tersebut dapat tersebar dan menular melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran dan bakteri yang dibawa oleh lalat. Lalat merupakan serangga yang hidup di tempat yang kotor dan bau, sehingga bakteri dengan mudah menempel di tubuhnya dan menyebar di setiap tempat yang dihinggapi.

Bakteri masuk ke dalam organ pencernaan mengakibatkan pembengkakan hingga menimbulkan luka dan peradangan pada dinding usus besar. Inilah yang menyebabkan kotoran penderita sering kali tercampur nanah dan darah. Gejala yang akan dialami penderita disentri biasanya berupa mencret dan perut mulas, bahkan sering kali penderita merasakan perih di anus akibat terlalu sering buang air.

Serupa dengan penanganan penyakit gangguan pencernaan lainnya, penderita Penyakit Disentri  harus segera mendapat asupan cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Dalam keadaan darurat, dehidrasi ringan dapat diatasi dengan pemberian oralit. Jika cairan yang hilang tidak segera tergantikan, dapat menyebabkan kematian pada penderita.

Cara mengobati penyakit disentri jika Anda melakukan pemeriksaan ke dokter adalah :

  1. Pemberian obat antibiotik selama kurang lebih 5 hari. Pemberian obat antibiotik yang menjadi pilihan adalah yang masih sensitif dengan Shigella pada daerah tersebut.
  2. Evaluasi dari gejala klinis jika sudah memberikan obat antibiotik selama kurang lebih dua hari, jika tidak adanya keadaan yang membaik, maka hentikan pemberian dari obat antibiotik yang pertama dan kemudian berikan obat antibiotik yang kedua yang masih sesnsitif untuk Shigella pada daerahitu. Jika antibiotik yang kedua masih tidak bisa membuat keadaan membaik setelah dua hari pemakaian maka dipikirkan untuk melakukan diagnosis yang lainnya, melakukan rawat inap pada anak jika ada suatu indikasi klinis atau juga suatu tatalaksana sebagai penyakit disentri amoeba dan memberikan obat Metronidazole sebanyak 50 mg/kg BB/harinya, dan 3 kali dalam sehari selama kurang lebih 5 hari.
  3. Melakukan kultur feses serta sensitivitas pada antibiotik jika ada suatu kemungkinan
  4. Untuk anak dibawah usia 2 bulan yang mengalami masalah diare lendir darah, maka dipikirkan untnuk melakukan intususeosi dan juga perujukan ke dokter bedah jika memang perlu. Namun jika tidak, bisa diberikan obat jenis antibiotik dengan single dosis selama kurang lebih 5 hari.

Terdapat gejala penyakit disentri adalah :

  1. Perut yang terasa mual
  2. Buang air besar yang terjadi dengan berulang atau diare
  3. Warna kotoran biasanya berwarna hijau atau bisa juga bercampur dengan darah
  4. Suhu badan yang meninggi
  5. Biaanya terjadi kejang pada bagian perut.
  6. Keadaan tubuh yang lemah akibat dari dehidrasi atau kurangnya cairan di dalam tubuh.
  7. Penderita yang merasa haus.

Cara mencegah penyakit disentri adalah :

  1. Buang air ditempat yang semestinya dan jangan buang air disembarang tempat, latihlah anak agar buang air besar di toilet.
  2. Cuci tangan sebelum makan atau juga sesudah makan
  3. Mencuci tangan sebelum memasak makanan dan sebaiknya pastikan bahwa tangan Anda bersih saat akan memberikan makan pada bayi Anda.
  4. Memasak dan merebus peralatan makan dan minum terlebih dahulu sebelum digunakan.
  5. Minum dan makanlah makanan yang sudah dimasak. Dan sebaiknya hindarilah memberikan jenis makanan setengah matang pada anak Anda.
  6. Memastikan terlebih dahulu bahwa air yang Anda masak sudah benar-benar mendidih.
  7. Memberikan ASI untuk bayi dan juga memberikan makanan yang lainnya.
  8. Tetap memberikan ASI pada anak walaupun anak sedang mengalami diare.
  9. Memastikan tangan pada pengasuh anak Anda agar tetap dalam keadaan bersih disaat sedang mengasuh anak atau disaat akan memberikan makan dan juga minum pada anak.
  10. Menjaga kebersihan diri dan juga kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda.

Penyakit Disentri

Posted in Penyakit Disentri | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Disentri Amuba

Penyakit disentri merupakan salah satu penyakit pencernaan yang menggerogoti usus besar penderita. Dalam ilmu medis (kesehatan) dikenal dia macam penyakit disentri yang satu disebut dengan penyakit disentri amuba dan yang lain dinamakan dengan disentri basiler. Bila kita lihat adanya penyakit ini amat menyengsarakan penderitanya yang biasanya terdapat pada anak-anak dibawah umur. Biasanya tinja mereka bercampur dengan darah, dan bau tak sedap. Namun penyakit ini tidak jarang juga kerap menjangkiti orang dewasa. Sampai kini konon jumlah kematian yang diakibatkan oleh disentri ini sekitar 10 persen dari yang menderita penyakit ini.

Disentri Amuba

Disentri Amuba

Penyakit disentri amuba ini terutama disebabkan oleh parasit. Amuba yang hidup di dalam usus besar penderita. Amuba dapat menyerang dinding usus besar penderita. Kadang-kadang parasit amuba dapat pula masuk ke dalam hati, sehingga menimbulkan pernanahan di jaringan hati. Ketika dia menyerang dinding usus besar, dinding itu akan terinfeksi. Parasit itu mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk yang bergerak dan bentuk kista yang bergerak. Bila keadaan pada usus dianggao melengket tidak begitu mengungungkan kehidupan bagia parasit yang disebut dengan parasit E histolitica, maka bentuk parasit kista tidaklah menimbulkan gejala apa-apa bagi penderita. Yang sering menimbulkan gejala disentri amuba pada bentuk yang bergerak.  Kondisi ini juga akan terjadi sebalinya, bentuk kista menjadi bentuk bergerak ke keadaan dianggapnya cukup menguntungkan hidupnya. Namun demikian, parasit kista tidaklah menimbulkan gejala apa-apa bagi penderita. Yang sering menimbulkan gejala pada bentuk yang bergerak.

Sehari setelah penderita disentri amuba kemasukan bakteri, maka timbullah bercak-bercak demam dan gejala-gejala yang dijelaskan seperti dibawah ini: Terdapatnya parasit dalam usus besar penderita jelas makanan menimbulkan berbagai gejala yang utama tentulah gejala sakit bagi penderita. Bila bakteri itu sudah sampai menyerang dinding usus besar maka penderita akan merasa berbagai keluhan  dan gejala seperti rasa mulas perut merasa kembung, bisa pula disertai mencret, dan mengandung darah dan bercampur lendir. Buang air besar sampai 6+10 kali hari sehari. Badan penderita juga merasa demam sedikit. Suhu badan umumnya tidak begitu tinggi.

Demam ini dapat berlangsung lama karena mencretnya  tidak hebat sehingga kurang mendapat perhatian penderita. Kadang-kadang parasit itu berkeliaran dan masuk organ penting lainnya sperti paru-paru Pada penyakit ini terdapat luka-luka di sana-sini pada dinding sebelah dalam usus besar. Bila penyakit ini diabaikan atau tanpa diobati, dapat saja menghilang sendiri, tapi tidak lama kemudian akan kambuh lagi menghilang lagi dan seterusnya. Kondisi penderita lama-lama akan semakin parah sehingga penderita akan semaki  kurus dan mata mulai cekung. Semua itu disebabkan teraba adanya cairan yang keluar tubuh. Kalau tidak segera diatasi disentri dapat mengarah kondisi yang semakin mengkhawatirkan.

Pada penyakit disentri amuba, kejadian paling tinggi biasanya ditemukan oleh anak yang berusia sekitar 1-5 tahun. Dan sumber penularan adalah bisa berasal dari tinja yang mengandung kandungan kista amoeba. Kista ini mempunyai peranan dalam hal penularan pada penyakit yang lebih lanjut jika masuk ke dalam makanan atau juga ke dalam minuman dan penularan ini dilakkan oleh lalat atau juga melalui tangan yang kurang bersih. Untuk negara yang mempunyai iklim tropis, maka akan banyakd itemukan strain patogen dibandingkan negara maju yang mempunyai iklim sedang. Dan kemungkinan yang terjadi faktor diet rendah protein dan disamping dari adanya suatu perbedaan strain amoeba yang mempunyai peranan.

Pemeriksaan penyakit disentri amoeba yang dilakukan adalah :

  1. Pemeriksaan tinja makroskopis dan juga mikroskopis. Diagnosis yang ditegakkan jika ditemukan suatu tropozoid motil yang mengandung kandungan eritrosit dari sampel tinja yang masih segar dan diperiksa selama kurang lebih 30 menit sejak keluar.
  2. Pemeriksaan penyakit disentri amoeba kada ureum kreatinin untuk membantu mengetahui faal pada ginjal.
  3. Pemeriksaan pada elektrolit yang paling utama adalah kadar natrium, kalium, kalsium, dan juga fosfor dalam serum dan paling utama adala pada penderita penyakit diare yang disertai dengan gejala kejang.
  4. Pemeriksaan intubasi duodenum untuk membantu mengetahui jenis dari jasad reni atau juga parasit dengan lebih kaulitatif dan kuantitatif dan paling utama dilakukan pada mereka yang mengalami masalah diare kronis.
  5. Proktosigmoidoskopi pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis ada atau tidaknya inflamasi atau peradangan pada mukosa atau terjadinya suatu keganasan.
  6. Pemeriksaan kadar lemak pada tinja kualitatig, tinja ini biasanya dikumpulkan selama kurang lebih 72 jam dan kadar lemak pada tinja harus diperiksa jika memang dicurigaik adanya melabsorbsi lemak.
  7. Pemeriksaan volume tinja selama 24 jam. Biasanya volume akan lebih dari 500 ml dalam sehari dan penemuannya jarang pada sindrom usus intabel.

Disentri Amuba

Posted in Penyakit Disentri | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Disentri Basiler

Penyakit disentri basiler adalah penyakit saluran cerna dengan tinja diketahui mengandung darah dengan/tanpa lendir. Darah biasanya dari dinding saluran cerna yang luka dan sering dari dinding usus besar. Pengenalan penyakit ini adalah:

  1. Bila darah yang keluar bersama tinja bukan dari ambeien (hemorrhoid) yang lecet akibat tinja yang terlalu keras.
  2. Disentri basiler, termasuk salah satu jenis disentri yang disebabkan oleh bakteri dari jenis Shigella .
    Kuman ini hanya merusak dinding usus besar dan tidak pernah sampai ikut aliran darah hingga menginfeksi organ-organ tubuh lainnya. Jenis disentru ini ditandai dengan diare berat yang akut dengan tinja berdarah dan disertai demam. Komplikasi ke tempat lain,  karena racun (toksin) yang dihasilkan kuman. Diare jenis ini bisa terjadi diseluruh dunia terutama di tempat-tempat yang sanitasi kurang baik.
  3. Kuman Shigella memang secara alamiah hidupnya dalam usus manusia. Penularan juga karena makanan dan minuman yang terkontaminasi  kuman disentri dari kotoran manusia yang biasanya merupakan carier Shigella disentri.
    Bila kondisi perkembangan kuman baik dan memungkinkan, bisa terjadi wabah disentru. Kematian dan beratnya penyakit disentri berkaitan dengan jenis kuman. Jenis Shigella yang penting, Shigella flexneri tipe I,Shigella boydii, dan Shigella Sonnei serta disentri yang hampir selalu berat bila terinfeksi Shigella dysentri. Sh. Sonnei biasanya  menimbulkan gejala sedang dan terutama dijumpai di daerah panas.
  4. Disentri yang disertai panas badan, bisa terus menerus kehilangan cairan sehingga mengalami dehidrasi sampai gagal ginjal terutama pada anak-anak atau manula sehingga bisa mematikan.
Penyakit Disentri Basiler

Penyakit Disentri Basiler

Penyakit disentri basiler ini jika dalam waktu 3 hari tidak segera diatasi, feses penderita akan tercampur dengan lendir dan darah. Penderita disentri bisa buang air besar sampai 20 kali sehari, sehingga akan mengalami dehidrasi yang hebat, badannya mengurus, matanya cekung, dan bila tidak segera tertolong bisa meninggal dunia.

Untuk mencegah dan memberantas penyakit disentri basiler ini, kita harus menjaga hygiene pribadi dan hygiene lingkungan antara lain dengan cara :

  1. Mencuci tangan sebelum makan
  2. Tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang bersih (kurang masak)
  3. Menjaga kebersihan lingkungan.

Kebanyakan Penyakit Disentri Basiler bersifat self-limiting dan sembuh dengan sendirinya sesudah 2-7 hari. Pada anak-anak dibawah usia 2 tahun dan lansia infeksi dapat berakhir fatal bila terjadi dehidrasi. Tanpa pengobatan infeksi tak jarang kambuh lagi. Obat yang digunakan adalah tetrasiklin 4 dd 250 mg, kotrikosazol 2 dd 960 mg ata siprofloksazin 2 dd 500 mg semuanya selama 3-5 hari.

Obat alami mengatasi masalah disentri adalah :

Bahan : Umbi bidara upas 50 gram

Gula jawa 1 sendok makan

Air 2 gelas.

Pemakaian : Rebus umbi bidara upas dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Tambahkan 1 sendok makan gula jawa. Saring dan minum airnya sedikit demi sedikit .

Penyebab dari penyakit disentri basiler ini adalah :

  1. Akibat melakukan hubungan seksual oral anal.
  2. Makanan yang terkontaminasi dengan penderita yang tidak bersih karena tidak mencuci tangan
  3. Air yang sudah terkontaminasi dengan kotoran manusia
  4. Berenang di dalam kolam renang yang tidak di klorinasi dengan cukup.
  5. Penularan melalui lalat yang bisa hingga yang mengalami kontaminasi dan setelah itu hingga pada makanan.

Diagnosis yang dilakukan pada penyakit disentri basiler adalah dengan menegakkan diagnosis dengan melihat dan mengamasi masa inkubasi beberapa jam sampai 3 hari. Keluhan pokok yang biasanya muncul pada penyakit disentri basiler adalah buang air besar yang disertai dengan lendir dan darah, tenesmus, panas, sakit pada perut. Selain itu ada tanda penting yang menandakan pada penyakit disentri basiler ini yakni adalah suhu yang tinggi, tampak toksis, dehidrasi, dan juga pemeriksaan sigmodoskopis mukosa yang terlihat hiperemis dengan merata.

Selain itu pemeriksaan laboratorium pada penyakit disentri basiler adalah pemeriksaan pada tinja apakah mengandung leukosit atau eritrosit, apakah nampak terlihat merah berselimut lendir, dan isolasi basil shigela dari tinja. Selain itu pemeriksaan khusus yang dilakukan adalah jika terjadi komplikasi seperti dehidrasi atau syok, hemolytic uremic syndrome (HUS), hiponatremi, hipoglikemi, ensefalopati, artritis, iritis.

Dan penatalaksanaan yang umum pada penyakit disentri basiler adalah terapi umumnya harus beristirahat dan harus melakukan rawat inap dan diisolasi, serta dehidrasi yang diatasi dengan menggunakan larutan ringer lactat. Melakukan diet dengan makan bubur yang cair. Dan cara penatalaksanaan terakhir adalah dengan menggunakan obat. Penggunaan obat yang dipakai adalah trimetopin- sulfametoksaol sebanyak 2 x 2 tablet dan juga ciproflaxacin 2 x 750 mg. Seangkan obat akternatifnya adalah obat ampicilin atau amosilin, dan norfloxacin atau quinolon dosis tunggalnya adalah 400 mg.

Penyakit Disentri Basiler

Posted in Penyakit Disentri | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Bebas Penyakit Disentri

Bebas Penyakit DisentriDisentri umumnya mengacu pada gangguan kesehatan organ pencernaan yang terjadi akibat peradangan usus, terutama usus besar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa disentri mengakibatkan diare dimana feses bercampur dengan darah. Penyakit disentri juga dapat disebabkan oleh hewan yang terinfeksi dan menyebarkan penyakit ke manusia.

Bebas Penyakit Disentri

Bebas Penyakit Disentri

Penyebab disentri yang disebabkan oleh adanya bakteri yang bersarang dalam usus manusia yakni jenis shigella dan beberapa jensi Escherichia coli atau E.coli, salmonella, campylobacter dan adanya parasit Entamoeba histolytica yang merupakan bakteri dan parasit yang paling sering ditemukan di darerah tropis sehingga dengan mudah berkembang biak dengan merusak kehidupan manusia mulai dari pencemaran air yang merupakan media yang sangat mudah dalam menularkan berbagai penyakit.

Tak hanya itu, penyebab disentri diketahui oleh banyaknya penduduk di Indonesia yang masih tinggal di permukiman yang dapat penduduk, tinggal di bantaran kali yang kehidupannya tidak layak, sistem sanitasi yang kurang baik, aliran air yang tercemar, pencemaran udara dsb. Hal inilah yang membuat banyaknya kasus disentri yang banyak memakan korban terutama anak-anak.

Disentri yang merupakan gangguan umum pada saluran pencernaan yang dapat dikatakan merupakan diare akut yang dapat ditularkan melalui sejumlah bakteri dan virus untuk cacing protozoa dan parasit.

Tanda-tanda dan gejala disentri dapat bertahan 5-7 hari atau bahkan lebih lama. penyebab disentri terus menerus berkembang biak. Jika Anda atau seseorang yang di sekitar terlihat menunjukkan gejala dehidrasi berat seperti kebingungan, kehilangan kelesuan, kesadaran, kulit dingin, atau penurunan pengeluaran urin, maka perlu diwaspadai infeksi penyakit disentri. Tindakan terbaik Bebas Penyakit Disentri adalah mencari perawatan medis segera jika terdiagnosis diare dan muntah-muntah dan percaya bahwa ada kemungkinan telah terpapar makanan yang terkontaminasi atau air.

Agar bisa bebas penyakit disentri, maka cara yang lebih pertama harus diketahui adalah dengan mengetahui terlebih dahulu apa gejala penyakit disentri. Proses penularan yang terjadi kurang lebih selama 1-3 hari dan terjadi dengan tiba-tiba misalnya perut yang sakit, demam, serta tinja yang tiba-tiba encer. Kemudian tinja encer ini berkaitan dengan eksotoksin yang ada di dalam usus halus. Dan sehari atau beberapa hari dari terjadinya penularan, akibat dari serangan infeksi yang meliputi ileum dan juga usus besar, maka akan menyebabkan jumlah tinja mengalami peningkatan, biasanya tinja yang keluar akan menjadi kurang encer, namun tinja mengandung lendir serta darah. Dari tiap gerakan pada usus biasanya dibarengi dengan proses mengejan dan juga tenesmus yang pada akhirnya menyebabkan rasa nyeri dibagian perut bawah.

Gejala diare dan juga demam kemudian akan sembuh dalam waktu 2-5 hari untuk kasus orang dewasa, namun biasanya pada anak-anak dan orangtua akan menyebabkan terjadinya dehidrasi dan kekurangan air serta elektrolit, bahkan untuk kasus yang parah akan menyebabkan asidosis dan juga kematian. Hal tersebut terjadi akibat dari adanya suatu hubungan perkembangan sistem metabolisme pada cairan dan elektrolit pada sistem gastrointestinal yang mempunyai variasi usia. Dan pada bayi mukosa usu biasanya akan lebih permeabel pada air. Sehingga pada bayi akan terlihat dampak yang terjadi akibat dari terjadinya peningkatan osmoalitas lumen akibat proses diare yang bisa menyebabkan kehilangan cairan dan juga elektrolit dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan oleh anak yang usianya lebih tua atau juga pada orang dewasa dengan proses yang mirip.

Bebas penyakit disentri bisa dilakukan dengan yang paling utama adalah mencegah terjadinya dehirasi. Jika anak mengalami dehidrasi maka harus dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat yakni dengan pemberian zat oralit. Dan jika dehidrasi yang terjadi pada tingkat yang berat, maka pasien biasanya harus segera diberikan cairan intravena dengan menggunakan ringer laktat sebelum dilanjutkan pada tahap terapi oral dengan cara memberikan mereka minum lebih banyak air putih atau juga air seperti air tajin, kuah sayur dan juga air sup.

Bebas penyakit disentri dengan memberikan nutrisi yang cukup. Jika diare terjadi maka baik untuk memberikan anak gizi agar mencegah dari potensi penurunan berat badan. Salah satunya adalah dengan pemberian oralit tadi dan untuk bayi maka harus diberikan ASI. Untuk anak yang berusia diatas 6 tahun maka mereka harus mendapatkan asupan makanan padat dan harus diberikan makanan yang bisa dengan mudah dicerna dengan porsi sedikit namun frekuensi sering. Kemudian jika penyakit diare sudah berhenti maka pemberian makanan ekstra harus dilakukan selama kurang lebih 2 minggu untuk membantu memulihkan kembali keadaan berat badan anak sediakala.

Makanan yang paling penting adalah jenis makanan yang mengandung zinc. Makanan ini diberikan selama 10 hari pada anak dibawah usia 6 bulan. Karena makanan yang mengandung zinc bisa membantu untuk mempercepat proses penyembuhan diare, dan bisa membantu mengurangi terjadiinya diare serta bisa mencegah diare kambuhan.

Bebas Penyakit Disentri

Posted in Penyakit Disentri | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Disentri dan Penyebabnya

Penyakit Disentri dan Penyebabnya – Penyakit disentri termasuk penyakit yang mudah menular, penyebarannya dapat ditularkan melalu makanan dan air yang telah tercemar oleh kotoran melalui perantara lalat yang membawa kuman-kuman penyebab disentri. Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman-kuman masuk ke dalam rongga pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehngga timbul peradangan pada usus besar.

Penyakit Disentri dan Penyebabnya

Penyakit Disentri dan Penyebabnya

Secara umum penyakit disentri adalah karena kurangnya menjaga kebersihan lingkungan yang pada akhirnya dapat mencemari pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ada beberapa jenis penyakit disentri, antara lain :

1. Disentri basiler merupakan Penyakit Disentri dan Penyebabnya  disebabkan oleh infeksi dari bakteri shigella. Disentri basiler ini umumnya banyak menyerang anak-anak secara tiba-tiba, umumnya menyerang ketika makanan atau minuman yang tercemar masuk ke dalam tubuh dan usai 2 hari setelah kemasukan kuamn atau bakteri shigella.

Gejala yang terjadi adalah demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak nafsu makan. Umumnya, disentri basiler, penderita akan mengalami diare yang sangat hebat yakni feses encer yang terjadi 20-30 kali sehari sehingga mengakibatkan tubuh menjadi lemas, kurus, kekurangan cairan, mata cekung, nyeri perut dan mengejang.

2. Disentri amoeba merupakan Penyakit Disentri dan Penyebabnya disebabkan oleh infeksi parasit entamoeba hystolytica hidup di dalam usus besar. Disentri amoeba dapat dibagi dalam 2 bentuk parasit, yakni :

- Parasit yang bergerak, umumnya dapat menyerang dinding usus penderita dapat menyebabkan rasa perut mulas, perut kembung, suhu tubuh yang meningkat. Ketika buang air besar, feses akan bercampur dengan darah dan lendir, namun intensitasnya tidak terlalu sering terjadi.

- Parasit yang tidak bergerak, tidak menimbulkan gejala.

Penyakit Disentri dan Penyebabnya bisa diketahui dengan jelas apa penyebabnya dengan melakukan tes laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memerika tinja. Di dalam tinja pasien biasanya akan ditemukan bentuk seperti tropozoid yang masih bergerak dengan aktif seperti hewan keong dengan cara menggunakan pesudopodinya yang berbentuk seperti kaca. Dan jika tinja keluar darah, maka akan terlihat amoeba dengan eritrosit yang ada di dalamnya. Kemudian bintik inti ini kemudian akan terlihat dengan jelas jika dibuat sediaan dengan meggunakan larutan eosin. Dan temuan dari adanya tropozoit ini sebagai salah satu diagnosis pasti amubiasis, dan temuan adanya penyakit kista amuba bukan berarti sudah cukup untuk medndiagnosis amuba.

Pada kasus kista amubiasis ayang bentuknya bulat melingkar dan warnanya berkilau seperti mutiara. Dan didalamnya terdapat badan-badan kromatoid yang bentuknya seperti batang dengan ujung yang tumpuk, sedangkan pada intinya tidak tampak, Untuk melihat bagian intinya, maka Anda bisa mengunakan larutan lugol. Namun, biasanya dengan menggunakan larutan lugol ini maka badan-badan kromatoid tidak akan terlihat. Jika jumlah dari kista sedikit, maka perlu melakukan pemeriksaan dengan cara metode konsentrasi dengan menggunakan larutan seng sulfat dan juga eterformalin. Dengan menggunakan larutan seng sulfat kista ini akan terapung pada permukaan dan sedangkan larutan eterformalin kista akan mengalami pengendapan.

Penyakit Disentri dan Penyebabnya bisa menyebabkan terjadinya komplikasi. Beberapa komplikasi yang terjadi dari Penyakit Disentri dan Penyebabnya adalah :

  1. Hipokalemi. Biasanya komplikasi ini masih bisa dicegah dengan memberikan zat oralit atau juga memberikan asupan nutrisi yang mengandung kalium, misalnya adalah seperti pisang, air kelapa, dan juga sayuran yang warnanya hijau.
  2. Prolaps pada anus. Dengan sedikit menekan kembali prolaps atau tonjolan yang keluar pada rektum dengan menggunakan sarung tangan bedah atau juga menggunakan kain basah. Atau Anda bisa menyiapkan cairan yang hangat yang berasal dari magnesium sulfat dan mengompres dengan menggunakan larutan ini untuk membantu mengurangi terjadinya prolaps dengan cara mengurangi edema itu.
  3. Demam tinggi. Komplikasi yang terjadi salah satunya adalah demam tinggi. Jika anak Anda mengalami deam tinggi kurang lebih adalah 39 derajat celcius atau kurang lebih 102,2 farenheit yang akan membuat anak menjadi sulit untuk diberikan obat seperti parasetamol.
  4. Mengalami kejang. Komplikasi lain yang terjadi adalah kejang. Jika berlangsung lama atau berlangsung dengan berulang, maka cobalah untuk memberikan antikonvulsi dengan cara pemberian daizepan intravena atau juga penggunaan diazepan rektal.
  5. Sindrom hemolitik-uremik. Jika pemeriksaan dari lab tidak bisa dilakukan maka kemungkinan terjadinya sindrom hemolitik-uremik pada pasien yang lebih mudah mengalami memar, pucat, serta kesadaran yang menurun atau juga tidak ada output urin (urin yang keluar).

Cara mengatasi disentri adalah dengan :

  1. Mengatasi dehidrsi
  2. Memberikan nutrisi cukup
  3. Memberikan makanan yang mengandung zinc
  4. Memberikan pemahaman pada orangtua
  5. Pemberian bobat antibiotik

Pemberian obat antibiotik biasanya diberikan untuk mereka yang mengalami diare infeksi, oleh sebab itulah perlunya pemberian dan penanganan yang sesuai dengan indikasi, maka dengan tetap bisa mengutamakan rehidrasi.

Penyakit Disentri dan Penyebabnya

Posted in Penyakit Disentri | Tagged , , , , | Leave a comment